Selasa, 28 April 2015

TEORI PORTOFOLIO


TEORI PORTOFOLIO

Arti harfiah dari portofolio adalah sekumpulan surat-surat. Teori ini disebut sebagai teori portofolio yang mempelajari bagaimana investasi pada surat-surat berharga. Pada umumnya investor pada surat-surat berharga ( saham, obligasi dan sebagainya) memilih untuk memiliki berbagai jenis surat berharga sehingga mereka dikatakan membentuk portofolio. Teori portofolio ini didasarkan pada kenyataan bahwa umumnya para investor dalam surat-surat berharga ( yang disebut juga sebagai financial asset ), tidak menginvestasikan seluruh dana mereka pada satu jenis saham, tetapi membagi-bagikannya ke dalam berbagai jenis saham atau dengan kata lain mereka melakukan diversifikasi untuk mengurangi resiko yang ditanggung. Kalau suatu saham nilainya jatuh, sedangkan saham lain naik, maka kerugian dan keuntungan ini akan saling mengkompensir. Harga pasar suatu surat berharga mencerminkan penaksiran consensus pasar akan nilai surat berharga. Suatu pasar keuangan yang efisien terjadi apabila harga-harga surat berharga mencerminkan semua informasi yang tersedia di masyarakat, tentang ekonomi tentang pasar-pasar keuangan dan mengenai perusahaan tertentu tersebut. Harga pasar dari setiap surat berharga menyesuaikan diri dengan sangat cepat atas setiap informasi baru yang masuk ke pasar. Sebagai hasilnya harga surat-surat berharga akan berfluktuasi secara random terhadap nilai “intrinsic” mereka. Perubahan-perubahan harga karena adanya informasi baru, dikatakan akan mengikuti pola “random walk”. Pengembalian portofolio yang dihapkan dan tingkat resiko portofolio yang dapat diterima serta menunjukan cara pembentukan portofolio yang optimal.
Portofolio yang Efisien dan Optimal
Dalam pembentukan portofolio, investor berusaha memaksimalkan pengembalian yang diharapkan dari investasi dengan tingkat risiko tertentu yang dapat diterima. Portofolio yang dapat mencapai tujuan di atas disebut dengan portofolio yang efisien. Konsep pengembalian yang diharapkan dan risiko akan dijelaskan secara lebih khusus pada saat memasuki pembahasan tentang perkembangan teori portofolio.
   Aktiva Berisiko Versus Aktiva Bebas Risiko 
Aktiva berisiko, merupakan aktiva dimana pengembalian yang akan diterima di masa depan bersifat tidak pasti. Sebagai contoh, seorang investor membeli saham GM hari ini dan bermaksud untuk memegang saham tersebut hingga 1 tahun. Pada saat dilakukan pembelian saham, investor tidak mengetahui besar pengembalian yang akan diterimanya. Pengembalian yang diterima akan tergantung dari harga saham GM satu tahun mendatang dan pendapatan yang diperoleh investor selama 1 tahun. Pengembalian diharapkan dari portofolio aktiva beresiko  Nilai yang diberikan kepada pengembalian yang diharapkan dari setiap aktiva merupakan persentase dari nilai pasar aktiva terhadap nilai
            E(Rp) = w1E(R1) + w2E(R2) + ... + wGE(RG)
Keterangan :
E( )     = harapan
E(Rp) = pengembalian exante – pengembalian diharapkan dari portofolio
             sepanjang periode waktu tertentu  
Aktiva bebas risiko, aktiva yang pengembalian masa depannya dapat diketahui dengan pasti. Aktiva bebas risiko umumnya merupakan kewajiban jangka pendek dari pemerintah. Sebagai contoh, jika investor membeli sekuritas pemerintah dengan jangka jatuh tempo 1 tahun dan berniat untuk menyimpan sekuritas tersebut hingga saat jatuh temponya, maka besar pengembalian satu tahun mendatang akan diketahui dengan pasti.
Mengukur Pengembalian Diharapkan dari Suatu Portofolio
Mengukur pengembalian portofolio periode tunggal
Pengembalian diharapkan dari portofolio aktiva beresiko
Mengukur pengembalian portofolio periode tunggal
Pengembalian aktual dari suatu portofolio aktiva sepanjang periode waktu tertentu dapat dihitung:
            Rp = w1R1 + w2R2 + ... + wGRG
                     G
            Rp = S   wg Rg
       g=1

Keterangan :
Rp = tingkat pengembalian portofolio selama periode berjalan
Rg = tingkat pengembalian aktiva g selama periode berjalan
wg = berat aktiva g pada portofolio – bagian dari nilai pasar keseluruhan
G   = jumlah aktiva pada portofolio 
Varians Sebagai Alat Ukur Resiko
Varians dari variabel acak adalah ukuran penyimpangan dari penghasilan ayng mungkin di sekitar nilai yang diharapkanPengembalian aktiva, varians adalah ukuran penyimpangan penghasilan yang mungkin bagi tingkat pengembalian di sekitar pengembalian yang diharapkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar