Sabtu, 20 Februari 2016

TERNYATA HANYA BABI YANG MENYUKAI SESAMA JENIS..... ‼

Bismillhirrahmaanirrahiim,

Dalam surat Al Baqarah ayat 173 berbunyi : “Sesungguhnya DIA hanya mengharamkan atasmu bangkai,darah, daging Babi...................” Maka dengan demikian, ummat Islam diharamkan memakan babi.

Orang orang Non Muslim banyak yang bertanya-tanya, mengapa babi diharamkan...?
Padahal itu kan ciptaan Allah, dan babi ada manfaatnya. Daging babi rasanya sangat lezat, bahkan ada yang mengatakan daging babi adalah daging paling lezat.

Haram, karena alasan KESEHATAN, sudah banyak yang membantahnya, karena di Jaman Modern ini, cacing pita atau sumber penyakit lain bisa dimatikan dengan proses sterilisasi dengan mesin canggih. Kalau alasan kesehatan maka bisa dibantah

Ada dialog yang menarik antara Seorang pria non muslim asal Prancis yang juga penikmat babi bertanya kepada seorang Ulama. Umat Islam mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan kotoran dan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, proses sterilisasi yang mencukupi.

Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya? Ditambah lagi dimasak dengan suhu tinggi sehingga bila masih terdapat cacing pada daging babi dipastikan bisa mati”.

Dalam menjawab pertanyaan yang diajukan orang Prancis ini, seorang ulama dari Arab menjawabnya dengan meminta agar si penanya menyediakan:

3 ekor ayam terdiri dari 2 jantan dan 1 betina serta 3 ekor babi terdiri dari 2 jantan dan 1 betina

Lalu kemudian, 3 ekor ayam itu dimasukkan dalam 1 ruang kandang. Coba tebak apa yang terjadi....?

o Ayam jantan dan ayam jantan lainnya saling berkelahi dengan jantan memperebutkan si betina untuk dikawini, ayam jantan yang keluar sebagai pemenang berhak mengawini si betina.

o Hal semacam itu sering juga kita lihat di kampung-kampung yang penduduknya memelihara ayam. Sering didapati ayam jantan berusaha saling adu kekuatan untuk memperebutkan betina untuk dikawini.

Selanjutnya Sang Ulama juga meminta agar 3 ekor babi yang sudah disediakan agar dimasukkan dalam 1 ruang kandang. Dan apakah yang terjadi....?

o Kedua pejantan babi itu malah saling bantu dalam menyetubuhi 1 babi betina, kedua jantan itu saling bantu satu sama lain. Bahkan terkadang, jantan sesama jantan bersetubuh melalui anusnya.


Dari sini, Sang Ulama menjelaskan bahwa meski babi dianggap steril, tetap saja kelakuannya itu yang akan membawa dampak buruk pada si pemakan.

Sang Ulama mengatakan: “Karena itulah kalian pemakan daging babi sangat mudah terjangkiti penyakit seks bebas, anak dibawa orang lain tak dikenal, istri dipeluk cium orang lain tapi tidak marah, selingkuh asal suka sama suka sudah merupakan hal biasa, tak jarang diantara kalian melegalkan pernikahan sesama jenis, ini sudah seperti tingkah kaum nabi Luth yang di azab!”.


Babi adalah binatang kotor yang pola hidupnya juga kotor, dan hampir semua orang sudah tahu tentang hal itu.

Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.

Babi memakan sampah, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

Sehingga bagi umat Islam, manusia sebagai makhluk paling sempurna tentu sangat merasa terhina jika harus memakan daging binatang yang kotor jasad dan perilakunya.

YANG MENCENGANGKAN : ternyata DNA babi sangat mirip sekali dengan DNA manusia.

Bahkan seorang penjahat kanibal di Jerman yang tertangkap kemudian ditanya: “Seperti apa rasanya daging manusia? Dia menjawab: Seperti daging babi”.

Kalau demikian,untuk apa ALLAH menciptakan babi...? Babi diciptakan tak lebih hanya sebagai pembelajaran bagi manusia. Sebagai cobaan bagi manusia...!

Para pelaku LGBT disegerakan TAUBATNYA dan kembali pada Ajaran Yang Maha Kuasa, Allah SWT Maka sungguh HINA jika MANUSIA juga melakukannya ....‼

Bagaimana ada manusia yang merendahkan dirinya sendiri setara babi...?
Semoga artikel pendekini ada manfaatnya, semoga mereka yang telah keluar dari fitrah manusia, kembali menjadi manusia sempurna , sebagai mahluk ALLAH yang mulia
Aamiiin yaa Robbal “alamiin

Wassalaamu’alaikum wr wbr
Su[truncated by WhatsApp]

Senin, 01 Februari 2016

Copas dari blogspot intisari...
Berpakaian Kotor Menghadiri Rapat Orang Tua Murid, Ucapan Bapak Ini Membuat Semua Orang Malu!

Tepat pukul 7 malam, orang tua murid mulai masuk ke dalam ruangan kelas di sekolah. Beberapa orang tua terlihat penuh sopan santun, ada juga orang tua yang kelihatannya sombong, ada juga yang terlihat sangat berhati-hati. Pada saat guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara, pintu yang baru saja ditutup terbuka kembali perlahan-lahan, seorang pria paruh baya, badannya kotor penuh dengan debu muncul dibalik pintu. Dengan wajah yang tersenyum dia meminta maaf karena datang terlambat.

Kehadirannya menarik perhatian orang tua murid lainnya. Dia mengenakan pakaian kerja yang sudah luntur serta penuh bercak cat. Celananya pekat dengan debu, dia memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur. Dia kelihatan seperti baru pulang dari kerja bangunan.

Guru itu berkata: "Permisi, Bapak siapa?" Pria paruh baya itu berkata: "Saya ayahnya Aminudin" Guru itu terlihat kaget, tapi segera meminta pria itu menandatangani buku kehadiran. Ayah dari Aminudin dengan muka yang tertunduk berkata: "Maaf, Pak Guru, saya tidak dapat membaca dan menulis..." Para orang tua murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan, sang guru tersebut pun berkata: "Tidak apa-apa, saya yang akan membantu Bapak tanda tangan."

Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang tua murid adalah supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mendidik anak serta kesannya selama mendidik anak. Ada 2-3 orang tua murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik anak-anak mereka, yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat, supaya mereka mau menulis pr mereka, membantu anak-anak mereka mencarikan guru les tambahan, dll.

Pada saat guru tersebut meminta ayah dari Aminudin untuk berbicara, ia memperkenalkan, "Aminudin adalah seorang murid teladan dengan nilai terbagus di kelas. Pelajaran matematika selalu beroleh nilai terbaik, ia tidak pernah terlambat, selalu bersikap baik terhadap teman-temannya. Mari sama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Aminudin mendidik anaknya."

Tidak sedikit orang tua murid lainnya tampak kaget. Bapak yang tidak terpelajar namun mempunyai anak yang hebat. Ayah Aminudin dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan. Ia sedikit tertunduk, tidak begitu berani menatap mata para orang tua murid lainnya. Ini perkataannya:

Saya hanya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya. Setiap kali sepulang kerja, tidak peduli seberapa capeknya saya, saya pasti akan duduk di samping dia untuk melihatnya mengerjakan PR yang ada. Suatu hari, anak saya bertanya kepada saya, "Ayah, setiap hari melihat saya mengerjakan PR, apa Ayah mengerti apa yang saya kerjakan?" Saya berkata "Ayah tidak mengerti." Kemudian anak saya bertanya: "Ayah, jika Ayah tidak mengerti bagaimana Ayah tahu saya mengerjakannya dengan benar atau tidak?"

Saya berkata: "Jika kamu mengerjakannya dengan cepat, maka Ayah tahu bahwa soal ini sangat mudah; jika kamu menyalakan kipas angin, mengambil minum, maka Ayah tahu bahwa soal tersebut susah."

Saya seorang buruh bangunan. Suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yang saya bangun, saya bertanya kepada anak saya, apakah kamu mau tinggal di rumah yang tinggi, yang besar, rumah yang indah? Mengendarai mobil bagus? Anak saya menganggukkan kepalanya. Saya berkata: "Oleh karena itu kamu harus belajar dengan baik."

Saya tidak sekolah, tidak dapat membaca dan menulis, saya tidak tahu bagaimana cara-cara hebat mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya. Anak saya senang jongkok di samping saya pada saat saya bekerja. Saya tidak memberikan uang jajan kepada anak, ia tidak bermain internet, juga tidak belanja macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.

Setelah selesai berbicara, dia membungkuk untuk memberikan hormat kepada sang guru! Orang tua murid lainnya terpaku tak bergeming, hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya. Ayah ini meskipun tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yang cukup, tetapi ia sangat hormat kepada guru. Dia juga senang menemani anaknya. Ini adalah caranya bagaimana dia berhasil dalam mendidik anak!

Selasa, 03 November 2015

S.E

Alhamdulillah Akhir nya hari ini datang juga , bertambahnya sebuah gelar di belakang nama PUTRI WANDA OTTAFIA ,Siti Istati  S.E
31OKTOBER 2015 ... Semoga menjadi persembahan terbaik dan semoga beliau di sana(NENEK & IBUQU) bahagia di bawah lindungan-Nya ‪#‎Amiin‬ ... 🎓🎓😊

Kamis, 02 Juli 2015

Conditional Execution in C++

Nama: Putri wanda ottafia(15211673)

Kelas : 4EA11

Conditional Execution in C++

The if Statement

Quite often we need to control the flow of execution of a program; in particular, to decide if a certain instruction or block of instructions should be executed, depending on a given condition. For example, in a more advanced version of our invoice program, we may want to take into account the fact that some products are taxable and some are not. The program could ask the user whether the product is taxable or not, and depending on what the user indicates, calculate things accordingly.
The most fundamental statement related to these types of situations is the if statement. The syntax for the if statement is as follows:
if (condition)
{
    statement(s);
}
A simple concrete example is shown below:
if (number < 0)
{
    cout << "Error! You must enter a positive number!" << endl;
}
This works as follows: the value of the variable number is retrieved, and compared against 0. If it is less than 0, then thecout statement (plus any other statements enclosed between the curly braces) is executed, and then execution continues at the statement following the closing curly brace (not shown in the example above, but presumably there are additional statements). If it is not less than 0, then the cout statement is skipped, and execution continues at the statement following the closing curly brace.
The round brackets are not optional. The curly braces are optional only if it is a single statement what executes conditionally. If more than one statement is associated to the if, then you must enclose the statements between curly braces.
In the case of a single statement, you may still enclose the statement in curly braces; this is a matter of style, but it is my opinion and my advice that one should always and unconditionally use curly braces to enclose the statement or statements associated to an if statement.
The reason is quite simple: if you do not use them, and in the future need to add an additional statement (it could even be acout statement for debugging purposes, in a situation where you suspect that there may be some problem around the ifor the condition), you could easily end up making the following mistake:
Original code:
if (number < 0)
    cout << "Error! You must enter a positive number!" << endl;

And you decide that your program should fix the condition and warn the user, instead of refusing to do anything and print an error message:
if (number < 0)
    cout << "Negative number entered -- adjusting sign" << endl;
    number = -number;
Even though we may be misled by the indentation (the nice alignment to the right for the whole block presumably associated to the if), the compiler is notremember that the compiler ignores extra spaces and newlines between tokens or statements; and because there are no curly braces, the rule says that only the statement immediately following the if and the condition is the one executed conditionally. The statement number = -number; is not part of the if, and is simply the next statement to be executedunconditionally!
The above can not happen if we always use curly braces, even when it is a single statement.
Important: the if statement must NOT have a semicolon at the end of the line (i.e., after the closing bracket for the condition). This is one of the common mistakes that can give you a really hard time before identifying it and fixing it!
This is how it works. If you code the following:
if (number < 0);
{
    cout << "Negative number entered -- adjusting sign" << endl;
    number = -number;
}
The compiler sees that there is a statement after the closing bracket for the condition. It is a special case of statement: anull statement; one that has no effect. But it is a statement that finishes at the semicolon. Therefore, the entire block that follows is simply a normal block of code that executes after the if statementit executes unconditionally and independently of the if statement.

Conditions

Conditions are expressions that evaluate to a boolean valuea true or false value (true and false are C++ keywords, representing the two possible values of a boolean expression or variable). Simple conditions involve two operands, each of which can be a variable or a literal value, and an operator, typically a comparison operator.


Selasa, 28 April 2015

TEORI PORTOFOLIO


TEORI PORTOFOLIO

Arti harfiah dari portofolio adalah sekumpulan surat-surat. Teori ini disebut sebagai teori portofolio yang mempelajari bagaimana investasi pada surat-surat berharga. Pada umumnya investor pada surat-surat berharga ( saham, obligasi dan sebagainya) memilih untuk memiliki berbagai jenis surat berharga sehingga mereka dikatakan membentuk portofolio. Teori portofolio ini didasarkan pada kenyataan bahwa umumnya para investor dalam surat-surat berharga ( yang disebut juga sebagai financial asset ), tidak menginvestasikan seluruh dana mereka pada satu jenis saham, tetapi membagi-bagikannya ke dalam berbagai jenis saham atau dengan kata lain mereka melakukan diversifikasi untuk mengurangi resiko yang ditanggung. Kalau suatu saham nilainya jatuh, sedangkan saham lain naik, maka kerugian dan keuntungan ini akan saling mengkompensir. Harga pasar suatu surat berharga mencerminkan penaksiran consensus pasar akan nilai surat berharga. Suatu pasar keuangan yang efisien terjadi apabila harga-harga surat berharga mencerminkan semua informasi yang tersedia di masyarakat, tentang ekonomi tentang pasar-pasar keuangan dan mengenai perusahaan tertentu tersebut. Harga pasar dari setiap surat berharga menyesuaikan diri dengan sangat cepat atas setiap informasi baru yang masuk ke pasar. Sebagai hasilnya harga surat-surat berharga akan berfluktuasi secara random terhadap nilai “intrinsic” mereka. Perubahan-perubahan harga karena adanya informasi baru, dikatakan akan mengikuti pola “random walk”. Pengembalian portofolio yang dihapkan dan tingkat resiko portofolio yang dapat diterima serta menunjukan cara pembentukan portofolio yang optimal.
Portofolio yang Efisien dan Optimal
Dalam pembentukan portofolio, investor berusaha memaksimalkan pengembalian yang diharapkan dari investasi dengan tingkat risiko tertentu yang dapat diterima. Portofolio yang dapat mencapai tujuan di atas disebut dengan portofolio yang efisien. Konsep pengembalian yang diharapkan dan risiko akan dijelaskan secara lebih khusus pada saat memasuki pembahasan tentang perkembangan teori portofolio.
   Aktiva Berisiko Versus Aktiva Bebas Risiko 
Aktiva berisiko, merupakan aktiva dimana pengembalian yang akan diterima di masa depan bersifat tidak pasti. Sebagai contoh, seorang investor membeli saham GM hari ini dan bermaksud untuk memegang saham tersebut hingga 1 tahun. Pada saat dilakukan pembelian saham, investor tidak mengetahui besar pengembalian yang akan diterimanya. Pengembalian yang diterima akan tergantung dari harga saham GM satu tahun mendatang dan pendapatan yang diperoleh investor selama 1 tahun. Pengembalian diharapkan dari portofolio aktiva beresiko  Nilai yang diberikan kepada pengembalian yang diharapkan dari setiap aktiva merupakan persentase dari nilai pasar aktiva terhadap nilai
            E(Rp) = w1E(R1) + w2E(R2) + ... + wGE(RG)
Keterangan :
E( )     = harapan
E(Rp) = pengembalian exante – pengembalian diharapkan dari portofolio
             sepanjang periode waktu tertentu  
Aktiva bebas risiko, aktiva yang pengembalian masa depannya dapat diketahui dengan pasti. Aktiva bebas risiko umumnya merupakan kewajiban jangka pendek dari pemerintah. Sebagai contoh, jika investor membeli sekuritas pemerintah dengan jangka jatuh tempo 1 tahun dan berniat untuk menyimpan sekuritas tersebut hingga saat jatuh temponya, maka besar pengembalian satu tahun mendatang akan diketahui dengan pasti.
Mengukur Pengembalian Diharapkan dari Suatu Portofolio
Mengukur pengembalian portofolio periode tunggal
Pengembalian diharapkan dari portofolio aktiva beresiko
Mengukur pengembalian portofolio periode tunggal
Pengembalian aktual dari suatu portofolio aktiva sepanjang periode waktu tertentu dapat dihitung:
            Rp = w1R1 + w2R2 + ... + wGRG
                     G
            Rp = S   wg Rg
       g=1

Keterangan :
Rp = tingkat pengembalian portofolio selama periode berjalan
Rg = tingkat pengembalian aktiva g selama periode berjalan
wg = berat aktiva g pada portofolio – bagian dari nilai pasar keseluruhan
G   = jumlah aktiva pada portofolio 
Varians Sebagai Alat Ukur Resiko
Varians dari variabel acak adalah ukuran penyimpangan dari penghasilan ayng mungkin di sekitar nilai yang diharapkanPengembalian aktiva, varians adalah ukuran penyimpangan penghasilan yang mungkin bagi tingkat pengembalian di sekitar pengembalian yang diharapkan

Jumat, 17 April 2015

AUTOBIOGRAPHY



My name is Putri Wanda Ottafia, I was born in Jakarta on October 04, 1993. I am the third daughter of Niswar and Desmarita. My father is a retirement of Enterpriser. I have one brother, his name is Mughni Ronaldi.
When I was 4 years old, I started my kirdengarten in TK BHAKTI IBU . Then I continued my elementary school In Cawang 04 Pagi on 2005, my Junior High school was in  Nasional Jakarta on 2008 and on 20011 I studied in Bhakti 3 High School.
            I dreamt about to continue my study in a state university if I have finish my senior high school. Then I choose to continue in Gunadarma University on 2011. I take management majority and until now I enjoy the college in Gunadarma University as well.
            When I was in 6 grade of elementary school, I loved Taekwondo so much because I got inspiration from cartoon film. I joined Taekwondo l extracurricular when I was in Junior High School and followed a few basket ball championship inter – junior high school and got the 3rd place. I continued my Taekwondo activity in senior high school and I followed again an inter-senior high school taekwondo championship. I got 1st place continously 3 times and got rotating trophy. I never want to forget that time and really love to have my best fellow, their name are Kenneth, Siti Istati and Riya. But, after I study in Gunadarma University I stopped all the taekwondo activity, because I want to be focus on my study.
I thought the course was the same as the entry of school hours I was wrong, the lecture morning hours of the entry can be hung during perkuliah schedule provided by the campus         

This year is when I have to finish my college. I want to finish it immediately to be able to work according to my ability. I have a lot of dreams. First, I want to make my parent happy, I want to get a good job so they don’t need to work anymore, they need more rest time to enjoying their old-day.
            I am a cleanness freak, so that is why I don’t like to see some dirty or mess up places. Because I believe cleanliness is one of someone’s personality. I also love to drink coffee. One of coffee that I love to drink is cappuccino, hot or cold. When I was still in senior high school, almost every come back from school I drink coffee. My favorite food is egg martabak because this food has a delicious taste and a little bit hard in making process.
That are some facts about my self, maybe it is not interesting, but I enjoy my entire life. This is great for me to have a family and friends who always support me to do something that I want the most. I have pass through the hard time in my life, even maybe that was not the hardest one, but at least I am ready to face them someday, and I am also ready to please the best one come over.

Pengertian, Rumus, Fungsi dan Contoh Kalimat Noun Clause




Noun Clause adalah dependent clause yang berfungsi sebagai noun (kata benda). Klausa kata benda ini dapat berfungsi sebagai subject maupun object di dalam suatu clause atau phrase lain. Karena berfungsi sebagai kata benda, maka dapat digantikan dengan pronounit“.

Contoh:

·         I forgot the fact. (noun)
·          I forgot it. (pronoun)
·         I forgot that the fact was very important. (noun clause)

Rumus Noun Clause:

Noun clause dapat diawali oleh noun clause markers berupa question word, if atau whether, dan that. Adapun contoh noun clause pada clause lain beserta detail marker-nya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut