TERNYATA HANYA BABI YANG MENYUKAI SESAMA JENIS..... ‼
Bismillhirrahmaanirrahiim,
Dalam surat Al Baqarah ayat 173 berbunyi : “Sesungguhnya DIA hanya mengharamkan atasmu bangkai,darah, daging Babi...................” Maka dengan demikian, ummat Islam diharamkan memakan babi.
Orang orang Non Muslim banyak yang bertanya-tanya, mengapa babi diharamkan...?
Padahal itu kan ciptaan Allah, dan babi ada manfaatnya. Daging babi rasanya sangat lezat, bahkan ada yang mengatakan daging babi adalah daging paling lezat.
Haram, karena alasan KESEHATAN, sudah banyak yang membantahnya, karena di Jaman Modern ini, cacing pita atau sumber penyakit lain bisa dimatikan dengan proses sterilisasi dengan mesin canggih. Kalau alasan kesehatan maka bisa dibantah
Ada dialog yang menarik antara Seorang pria non muslim asal Prancis yang juga penikmat babi bertanya kepada seorang Ulama. Umat Islam mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan kotoran dan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, proses sterilisasi yang mencukupi.
Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya? Ditambah lagi dimasak dengan suhu tinggi sehingga bila masih terdapat cacing pada daging babi dipastikan bisa mati”.
Dalam menjawab pertanyaan yang diajukan orang Prancis ini, seorang ulama dari Arab menjawabnya dengan meminta agar si penanya menyediakan:
3 ekor ayam terdiri dari 2 jantan dan 1 betina serta 3 ekor babi terdiri dari 2 jantan dan 1 betina
Lalu kemudian, 3 ekor ayam itu dimasukkan dalam 1 ruang kandang. Coba tebak apa yang terjadi....?
o Ayam jantan dan ayam jantan lainnya saling berkelahi dengan jantan memperebutkan si betina untuk dikawini, ayam jantan yang keluar sebagai pemenang berhak mengawini si betina.
o Hal semacam itu sering juga kita lihat di kampung-kampung yang penduduknya memelihara ayam. Sering didapati ayam jantan berusaha saling adu kekuatan untuk memperebutkan betina untuk dikawini.
Selanjutnya Sang Ulama juga meminta agar 3 ekor babi yang sudah disediakan agar dimasukkan dalam 1 ruang kandang. Dan apakah yang terjadi....?
o Kedua pejantan babi itu malah saling bantu dalam menyetubuhi 1 babi betina, kedua jantan itu saling bantu satu sama lain. Bahkan terkadang, jantan sesama jantan bersetubuh melalui anusnya.
Dari sini, Sang Ulama menjelaskan bahwa meski babi dianggap steril, tetap saja kelakuannya itu yang akan membawa dampak buruk pada si pemakan.
Sang Ulama mengatakan: “Karena itulah kalian pemakan daging babi sangat mudah terjangkiti penyakit seks bebas, anak dibawa orang lain tak dikenal, istri dipeluk cium orang lain tapi tidak marah, selingkuh asal suka sama suka sudah merupakan hal biasa, tak jarang diantara kalian melegalkan pernikahan sesama jenis, ini sudah seperti tingkah kaum nabi Luth yang di azab!”.
Babi adalah binatang kotor yang pola hidupnya juga kotor, dan hampir semua orang sudah tahu tentang hal itu.
Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.
Babi memakan sampah, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
Sehingga bagi umat Islam, manusia sebagai makhluk paling sempurna tentu sangat merasa terhina jika harus memakan daging binatang yang kotor jasad dan perilakunya.
YANG MENCENGANGKAN : ternyata DNA babi sangat mirip sekali dengan DNA manusia.
Bahkan seorang penjahat kanibal di Jerman yang tertangkap kemudian ditanya: “Seperti apa rasanya daging manusia? Dia menjawab: Seperti daging babi”.
Kalau demikian,untuk apa ALLAH menciptakan babi...? Babi diciptakan tak lebih hanya sebagai pembelajaran bagi manusia. Sebagai cobaan bagi manusia...!
Para pelaku LGBT disegerakan TAUBATNYA dan kembali pada Ajaran Yang Maha Kuasa, Allah SWT Maka sungguh HINA jika MANUSIA juga melakukannya ....‼
Bagaimana ada manusia yang merendahkan dirinya sendiri setara babi...?
Semoga artikel pendekini ada manfaatnya, semoga mereka yang telah keluar dari fitrah manusia, kembali menjadi manusia sempurna , sebagai mahluk ALLAH yang mulia
Aamiiin yaa Robbal “alamiin
Wassalaamu’alaikum wr wbr
Su[truncated by WhatsApp]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar