Minggu, 23 November 2014

RISET PEMASARAN 4EA11



“Pengambilan Sampel ”

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
RISET PEMASARAN


Disusun oleh :
1.Rizka Mutiara H(16211318 )
2.Nurul Jannah               
3. Putri Kartika(15211648)
4.Putri Wanda  O              







Universitas Gunadarma
Kelapa Dua
Depok




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam pelaksanaan penelitian, banyak peneliti menganalisis objek penelitian dengan menggunakan sampel, dan bukan populasi. Untuk itu diperlukan pengambilan sampel. Yang didefinisikan sebagai bagian dari populasi yang dapat mewakili seluruh populasi. Ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar hasil kuesioner responden dalam suatu penelitian. Setiap peneliti memerlukan pengambilan sampel masing-masing dengan tujuannya sendiri.





1.2  Tujuan Penulisan Makalah
1.      Untuk mengetahui pengertian dari pengambilan sampel.
2.      Untuk mengatahui alasan pemilihan sampel
3.      Untuk mengetahui karateristik sampel yang baik
4.      Untuk mengatahui proses – proses pengambilan sampel
5.      Untuk mengetahui factor – factor pengambilan sampel

1.3  Manfaat Penulisan Makalah
1.      Mengetahui pengertian dari pengambilan sampel
2.      Mengetahui alasan pemilihan sampel
3.      Mengetahui karakteristik sampel yang baik
4.      Mengetahui proses – proses pengambilan sampel
5.      Mengetahui faktor – faktor pengambilan sampel





1.3  Dasar Teori
     Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset)dari unit populasi.Misalnya,suatu perusahaan sedang diaudit tingkat kesalahan dalam pencatatan rekeningnya.daripada mengamati semua rekening dalam suatu perusahaan yang jumlahnya ,misalnya 5500 rekening ,seorang auditor bisa saja memilih dan mengamati sampel hanya sebanyak 100 rekening.

       


















BAB II
                                          PEMBAHASAN

2.1 Pembahasan
A.Pengambilan Sampel
1.      Pengertian Sampel
Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset)dari unit populasi.Misalnya,suatu perusahaan sedang diaudit tingkat kesalahan dalam pencatatan rekeningnya.daripada mengamati semua rekening dalam suatu perusahaan yang jumlahnya ,misalnya 5500 rekening ,seorang auditor bisa saja memilih dan mengamati sampel hanya sebanyak 100 rekening.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

2.      Alasan Pemilihan Sampel
Dalam penelitian ,seorang penelitian seringkali menggunakan sampel dengan beberapa pertimbangan. Alasan utama penggunan sampel adalah (davis & Cosenza,1993:219-220;Zikmund ,2000:339-340):
o   Kendala sumberdaya
Kendala waktu ,dana,dan sumberdaya lain yang terbatas jumlahnya. Penggunaan sampel akan  menghemat sumberdaya untuk menghasilkan penelitian yang lebih dapat dipercaya dari pada sensus.
o   Ketepatan
Melalui pemilihan desain sampel yang terbaik ,peneliti akan memperoleh data yang akurat dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah

o   Pengukuran destruktif
Kadang-kadang pengukuran yang dilakukan merupakan pengukuran destruktif.

3.      Karateristik Sampel Yang Baik
Sampel yang baik umunya memiliki beberapa karakteristik .karakteristik yang dimaksud setidaknya meliputi:
1.      Sampel yang baik memungkinkan peneliti untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan besaran sampel untuk memperoleh jawaban yang dikehendaki.
2.      Sampel yang baik mengidentifikasi probabilitas dari setiap unit analisis untuk menjadi sampel.
3.      Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung akurasi dan pengaruh ( misalnya kesalahan ) dalam pemilihan sampel daripada harus melakukan sensus
4.      Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung derajat kepercayaan yang diterapkan dalam estimasi populasi yang disusun dari sampel statistika.
Dalam praktek, estimasi berdasarkan sampel tidak sama persis dengan perhitungan sensus oleh karena itu, cara- cara meminimalkan kesalahan dalam pengambilan sampel perlu diperhatikan. Kesalahan yang sering terjadi adalah ( Zikmund, 2000:344-349 ) :
1.      Sampling Frame Error, yaitu kesalahan yang terjadi bila elemen sampel tertentu tidak diperhitungkan, atau bila seluruh populasi tidak diwakili secara tepat oleh kerangka sampel.
2.      Random Sampling Error ( Sampling Error ) , yaitu kesalahan akibat adanya perbedaan antara hasi sampel dan hasil sensus yang dilakukan dengan prosedur yang sama.
3.      Nonresponse Error, yaitu kesalahan akibat perbedaan statistik antara survei yang hanya memasukkan mereka yang merespon dan juga mereka yang gagal ( Tidak ) merespon. 

·         Proses Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili populasi penelitian. Agar informasi yang diperoleh dari sampel benar-benar mewakili populasi ,sampel,tersebut harus mewakili karakteristik populasi yang diwakilinya. Proses pemilih sampel adalah suatu rangkaian kegiatan yang berurutan. Tahap proses pemilih sampel meliputi (DAVIS & COSENZA,1993:220-223; Zikmund,2000:342-347):


1.      Penentuan populasi
Proses yang pertama untuk melakukan pemilihan sampel adalah penetuan populasi .populasi adalah suatu kelompok dari elemen penelitian dimana elemen adalah unit terkecil yang merupakan sumber dari data yang diperlukan.
2.      Penentuan unit pemilihan sampel
Unit pemilihan sampel adalah kelompok elemen. jika peneliti menggunakan desain pemilihan sampel sederhana,misalnya pemilihan random sederhana, berarti hanya terdapat satu macam unit pemilihan sampel yaitu populasi.

3.      Penentuan kerangka pemilihan sampel
Kerangka pemilih sampel adalah daftra elemen dari setiap unit pemilihan sampel.
4.      Penentuan desain sampel
Desain  sampel adalah metode untuk memilih sampel dari populasi yang ada.
5.      Penentuan jumlah sampel
Dengan demikian semakin besar jumlah sampel ,dengan desain sampel yang benar ,tentunya data yang diperoleh akan semakin mewakil populasi yang diteliti.
6.      Pemilihan sampel
Langkah terakhir dalam proses pemilihan sampel adalah memilih sampel yang diperlukan.

·         Mengetahui factor – factor pengambilan sampel
1.      Homogenitas
Homogenitas unit pemilihan sampel sangat mempengaruhi jumlah sampel yang layak untuk suatu penelitian.
2.      Derajat Kepercayaan
Derajat Kepercayaan mengukur seberapa jauh penelitian yakin dalam mengestimasi parameter populasi secara benar. Derjat kepecayaan biasanya dinyatakan dalam probabilitas, misalnya 95%.

3.      Presisi
Presisi (ketelitian) mengukur kesalahan standar dari estimasi yang dilakukan. Dengan kata lain, penyimpangan terhadap populasi di hitung dengan deviasi standar.
4.      Prosedur Analisis
Beberapa model analisis tertentu memerlukan sampel dalam jumlah tertentu. Penelitian perlu di pertimbangkan jumlah sampel yang di perlukan sesuai dengan model analisis yang akan di pergunakan.
5.      Kendala Sumber Daya
Adalah benar bahwa semakin besar jumlah sampel yang dipergunakan untuk penggalian data, pencerminan keadaan populasi akan semakin baik. Namun demikian, kenyataannya kendala sumber daya tidak jarang menjadi penghalang bagi penelitian untuk melakukan sesuatu yang ideal.

Secara umum jumlah sampel minimal yang dapat diterima untuk suatu studi tergantung dari jenis studi yang di lakukan. Beberapa pedoman yang dianjurakan adalah (Gay & Diehl, 1996:140-141):
·          Untuk studi deskriptif, sampel 10% dari populasi dianggap merupakan jumlah amat minimal. Untuk populasi yang lebih kecil, setidaknya 20% mungkin di perlukan.
·         Untuk studi korelasional, dibutuhkan minimal 30 sampel untuk menguji ada tidaknya hubungan.
·         Untuk studi kausal-komparatif, minimal 30 subjek per group umumnya dianjurkan .
·         Untuk studi eksperimen, minimal 15 subjek per group umumnya dianjurkan.









BAB III
PENUTUP

3.1           Kesimpulan
            Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Alur proses seseorang yang akan melakukan pengambilan sampel dapat melalui tahap-tahap,diantaranya, penentuan populasi, penentuan unit pemilihan sampel, penetuan kerangka pemilihan sampel, penentuan desain sampel, penentuan jumlah sampel, dan pemilihan sampel.

3.2           Saran
Dengan demikin dapat disarankan bahwa pengambilan sampel sangat penting untuk mengambil keputusan dari suatu populasi yang diperlukan oleh seorang peneliti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar