“Pengambilan Sampel ”
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS
MATA KULIAH
RISET PEMASARAN
Disusun
oleh :
1.Rizka Mutiara H(16211318 )
2.Nurul Jannah
3. Putri Kartika(15211648)
4.Putri Wanda O
Universitas
Gunadarma
Kelapa
Dua
Depok
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam pelaksanaan penelitian,
banyak peneliti menganalisis objek penelitian dengan menggunakan sampel, dan
bukan populasi. Untuk itu diperlukan pengambilan sampel. Yang didefinisikan
sebagai bagian dari populasi yang dapat mewakili seluruh populasi. Ini
digunakan untuk mengetahui seberapa besar hasil kuesioner responden dalam suatu
penelitian. Setiap peneliti memerlukan pengambilan sampel masing-masing dengan
tujuannya sendiri.
1.2 Tujuan Penulisan Makalah
1.
Untuk mengetahui pengertian dari
pengambilan sampel.
2.
Untuk mengatahui alasan pemilihan sampel
3.
Untuk mengetahui karateristik sampel
yang baik
4.
Untuk mengatahui proses – proses
pengambilan sampel
5.
Untuk mengetahui factor – factor
pengambilan sampel
1.3 Manfaat Penulisan Makalah
1.
Mengetahui pengertian dari pengambilan
sampel
2.
Mengetahui alasan pemilihan sampel
3.
Mengetahui karakteristik sampel yang
baik
4.
Mengetahui proses – proses pengambilan
sampel
5.
Mengetahui faktor – faktor pengambilan
sampel
1.3 Dasar Teori
Sampel
adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut.
Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Sampel adalah suatu
himpunan bagian (subset)dari unit populasi.Misalnya,suatu perusahaan sedang
diaudit tingkat kesalahan dalam pencatatan rekeningnya.daripada mengamati semua
rekening dalam suatu perusahaan yang jumlahnya ,misalnya 5500 rekening ,seorang
auditor bisa saja memilih dan mengamati sampel hanya sebanyak 100 rekening.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pembahasan
A.Pengambilan
Sampel
1.
Pengertian
Sampel
Sampel adalah suatu himpunan
bagian (subset)dari unit populasi.Misalnya,suatu perusahaan sedang diaudit
tingkat kesalahan dalam pencatatan rekeningnya.daripada mengamati semua
rekening dalam suatu perusahaan yang jumlahnya ,misalnya 5500 rekening ,seorang
auditor bisa saja memilih dan mengamati sampel hanya sebanyak 100 rekening.
Sampel adalah sebagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar,
dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan
adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan
sampel yang diambil dari populasi tersebut.
2. Alasan Pemilihan Sampel
Dalam penelitian ,seorang
penelitian seringkali menggunakan sampel dengan beberapa pertimbangan. Alasan
utama penggunan sampel adalah (davis & Cosenza,1993:219-220;Zikmund
,2000:339-340):
o
Kendala
sumberdaya
Kendala waktu
,dana,dan sumberdaya lain yang terbatas jumlahnya. Penggunaan sampel akan menghemat sumberdaya untuk menghasilkan
penelitian yang lebih dapat dipercaya dari pada sensus.
o
Ketepatan
Melalui
pemilihan desain sampel yang terbaik ,peneliti akan memperoleh data yang akurat
dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah
o
Pengukuran
destruktif
Kadang-kadang pengukuran yang
dilakukan merupakan pengukuran destruktif.
3. Karateristik
Sampel Yang Baik
Sampel yang baik umunya memiliki
beberapa karakteristik .karakteristik yang dimaksud setidaknya meliputi:
1.
Sampel
yang baik memungkinkan peneliti untuk mengambil keputusan yang berhubungan
dengan besaran sampel untuk memperoleh jawaban yang dikehendaki.
2.
Sampel
yang baik mengidentifikasi probabilitas dari setiap unit analisis untuk menjadi
sampel.
3.
Sampel
yang baik memungkinkan peneliti menghitung akurasi dan pengaruh ( misalnya
kesalahan ) dalam pemilihan sampel daripada harus melakukan sensus
4.
Sampel
yang baik memungkinkan peneliti menghitung derajat kepercayaan yang diterapkan
dalam estimasi populasi yang disusun dari sampel statistika.
Dalam praktek,
estimasi berdasarkan sampel tidak sama persis dengan perhitungan sensus oleh
karena itu, cara- cara meminimalkan kesalahan dalam pengambilan sampel perlu
diperhatikan. Kesalahan yang sering terjadi adalah ( Zikmund, 2000:344-349 ) :
1.
Sampling
Frame Error, yaitu kesalahan yang terjadi bila elemen sampel tertentu tidak
diperhitungkan, atau bila seluruh populasi tidak diwakili secara tepat oleh
kerangka sampel.
2.
Random
Sampling Error ( Sampling Error ) , yaitu kesalahan akibat adanya perbedaan
antara hasi sampel dan hasil sensus yang dilakukan dengan prosedur yang sama.
3.
Nonresponse
Error, yaitu kesalahan akibat perbedaan statistik antara survei yang hanya
memasukkan mereka yang merespon dan juga mereka yang gagal ( Tidak )
merespon.
·
Proses Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari
populasi yang diharapkan dapat mewakili populasi penelitian. Agar informasi
yang diperoleh dari sampel benar-benar mewakili populasi ,sampel,tersebut harus
mewakili karakteristik populasi yang diwakilinya. Proses pemilih sampel adalah
suatu rangkaian kegiatan yang berurutan. Tahap proses pemilih sampel meliputi
(DAVIS & COSENZA,1993:220-223; Zikmund,2000:342-347):
1. Penentuan
populasi
Proses yang pertama
untuk melakukan pemilihan sampel adalah penetuan populasi .populasi adalah
suatu kelompok dari elemen penelitian dimana elemen adalah unit terkecil yang
merupakan sumber dari data yang diperlukan.
2. Penentuan
unit pemilihan sampel
Unit pemilihan sampel adalah
kelompok elemen. jika peneliti menggunakan desain pemilihan sampel
sederhana,misalnya pemilihan random sederhana, berarti hanya terdapat satu
macam unit pemilihan sampel yaitu populasi.
3. Penentuan
kerangka pemilihan sampel
Kerangka pemilih sampel adalah
daftra elemen dari setiap unit pemilihan sampel.
4. Penentuan
desain sampel
Desain sampel adalah metode untuk memilih sampel
dari populasi yang ada.
5. Penentuan
jumlah sampel
Dengan demikian semakin besar
jumlah sampel ,dengan desain sampel yang benar ,tentunya data yang diperoleh
akan semakin mewakil populasi yang diteliti.
6. Pemilihan
sampel
Langkah terakhir dalam proses
pemilihan sampel adalah memilih sampel yang diperlukan.
·
Mengetahui factor – factor
pengambilan sampel
1.
Homogenitas
Homogenitas
unit pemilihan sampel sangat mempengaruhi jumlah sampel yang layak untuk suatu
penelitian.
2.
Derajat
Kepercayaan
Derajat
Kepercayaan mengukur seberapa jauh penelitian yakin dalam mengestimasi
parameter populasi secara benar. Derjat kepecayaan biasanya dinyatakan dalam
probabilitas, misalnya 95%.
3.
Presisi
Presisi
(ketelitian) mengukur kesalahan standar dari estimasi yang dilakukan. Dengan
kata lain, penyimpangan terhadap populasi di hitung dengan deviasi standar.
4.
Prosedur
Analisis
Beberapa
model analisis tertentu memerlukan sampel dalam jumlah tertentu. Penelitian
perlu di pertimbangkan jumlah sampel yang di perlukan sesuai dengan model
analisis yang akan di pergunakan.
5.
Kendala
Sumber Daya
Adalah
benar bahwa semakin besar jumlah sampel yang dipergunakan untuk penggalian
data, pencerminan keadaan populasi akan semakin baik. Namun demikian,
kenyataannya kendala sumber daya tidak jarang menjadi penghalang bagi
penelitian untuk melakukan sesuatu yang ideal.
Secara
umum jumlah sampel minimal yang dapat diterima untuk suatu studi tergantung
dari jenis studi yang di lakukan. Beberapa pedoman yang dianjurakan adalah (Gay
& Diehl, 1996:140-141):
·
Untuk studi deskriptif, sampel 10% dari
populasi dianggap merupakan jumlah amat minimal. Untuk populasi yang lebih
kecil, setidaknya 20% mungkin di perlukan.
·
Untuk
studi korelasional, dibutuhkan minimal 30 sampel untuk menguji ada tidaknya
hubungan.
·
Untuk
studi kausal-komparatif, minimal 30 subjek per group umumnya dianjurkan .
·
Untuk
studi eksperimen, minimal 15 subjek per group umumnya dianjurkan.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa Sampel adalah sebagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar,
dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini
dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Alur proses seseorang yang akan melakukan pengambilan
sampel dapat melalui tahap-tahap,diantaranya, penentuan populasi, penentuan
unit pemilihan sampel, penetuan kerangka pemilihan sampel, penentuan desain sampel,
penentuan jumlah sampel, dan pemilihan sampel.
3.2
Saran
Dengan demikin dapat disarankan
bahwa pengambilan sampel sangat penting untuk mengambil keputusan dari suatu
populasi yang diperlukan oleh seorang peneliti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar