Human resources development (HRD) atau sumber daya manusia adalah salah satu divisi yang ada pada sebuah organisasi atau perusahaan yang mengurusi masalah yang berhubungan dengan ketenaga kerjaan. Tujuan dari divisi HRD, yaitu mengembangkan kemampuan personal dan organisasional, serta pengetahuan dan bakat yang di miliki oleh karyawan. Adapun tugas-tugas dari human resources development meliputi seleksi karyawan, training, pengembangan karir karyawan, performence managment, dan pengembangan dalam coaching, mentoring, dan succesion planning. Sedangkan menurut A.F. Stoner (2009) mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang sesuai dengan posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Human resources pada sebuah
perusahaan juga harus mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan yang di miliki
oleh setiap karyawan, agar setiap kelebihan tersebut dapat dipergunakan secara
maksimal dan kekurangan dapat diatasi melalui training atau pelatihan
agar memaksimalkan kekurangan yang ada. Dari pengertiannya sendiri,
pelatihan merupakan sebuah kegiatan yang berstruktur untuk membantu karyawan
mendapatkan pengetahuan mengenai pengetahuan sehubungan dengan pekerjaan,
keterampilan, kemampuan dan tingkah laku yang terkait dengan pekerjaan mereka.
Sebelum memutuskan untuk memberikan pelatihan pada karyawan, human resources
terlebih dahulu harus melakukan evaluasi kebutuhan melalui need assessment.
Dan setelah mengikuti pelatihan, human resources diharapkan untuk dapat membantu karyawan
mampu menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan dan memberikan umpan balik
secara reguler.
Terkait dengan pemberian umpan
balik, human
resources dituntut untuk dapat memberikan penilaian kinerja kerja.
Metode yang di lakukan untuk mengkurpun beragam dari penilain individu hingga
menggunakan penilaian 360-degree atau penilalian yang di lakukan melibatkan
informasi dari manajer, teman-teman kerja, bawahan, diri sendiri dan pelanggan.
Dalam pemberian umpan balik ada beberapa hal yang perlu di perhatikan seperti
tempat mengadakan pertemuan dengan karyawan harus disusun seefektif dan efisien
mungkin, dan hindari cara penyampaian yang dapat menyinggung ras, etnik, usia,
gender, ketidakmampuan fisik, agama dan hal-hal yang sifatnya personal.
Sejarah Singkat
Perusahaan
Kami melakukan interview dengan
bapak Asmawi Rachman selaku human resources di PT. Ruyung Karya Mandiri yang bergerak
didalam penyaluran tenaga kerja ke luar negri atau outsourcing. Beberapa negara
seperti Australia, Malaysia, Singapura, Dubai dan yang sekarang ini Korea telah
menjalin kerja sama dengan perusahan ini dalam pengiriman tenaga kerja indonesia.
Perusahaan ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 1996 dan memiliki sekitar 50
karyawan, yang terdiri dari 30 staff (marketing dan administrasi), 5 staff
asing dari Korea yang sekarang ini melakukan kerja sama dengan perusahaan dan
15 staff operasional. Pak Asmawi sendiri sudah bekerja semenjak tahun 1997 dan
langsung menjadi bagian HR.
Masalah SDM dalam
Perusahaan
Dalam menjalani
karirnya sebagai HR di PT. Ruyung Karya Mandiri, Pak Aswani menyampaikan bahwa
banyak masalah yang ia hadapi terkait dengan hubungan dengan kepegawaian
diantaranya banyak karyawan yang pindah kerja, dan pak Asmawi terkadang merasa
sangat kewalahan dengan memperkerjakan karyawan baru. Karyawan baru tersebut
harus mulai mempelajari segala sesuatu dari awal dan menurut beliau ini bisa
menjadi masalah besar ketika perusahan ini sedang mendapatkan permintaan
pengiriman tenaga kerja. Selanjutnya, permasalahan yang umum terjadi adalah
upah atau gaji yang sering kali di nilai terlalu rendah. Dan yang terakhiri
ialah konflik yang sering terjadi antara expatriat atau staff asing yang di
tempatkan oleh perusahan yang menjalin kerja sama dengan PT. Ruyung Karya
Mandiri dengan karyawan setempat. Beberapa karyawan mengaku bahwa terkadang
perbedaan budaya yang sering kali mengakibatkan munculnya kesalahpahaman. Pada
contoh kasus di tahun 2007, PT.Ruyung Karya Mandiri menjalin kerjasama dengan
salah satu hotel di Dubai dalam mencari waitres serta room cleaning service
untuk hotel tersebut. Sekitar 3 orang delegasi dari Dubai pun ditugaskan ke
Jakarta untuk menyeleksi calon kandidat, karena perbedaan budaya dimana orang
Dubai berbicara memang dengan nada keras dan lantang beberapa karyawan merasa
bahwa mereka diperlakukan tidak baik. Padahal orang Dubai tidak bermaksud
demikian, hal tersebut karena kebiasaan menggunakan intonasi yang tinggi
Analisa
Melihat
dari beberapa permasalahan yang di hadapi oleh bapak Asmawi di PT. Ruyung Karya
Mandiri, kita dapat melihat bahwa permasalahan ini semua bersumber kepada
rendah nya gaji karyawan sehingga membuat karyawan menjadi tidak mempunyai
tanggung jawab dan mudah untuk tergoda dengan penawaran kerja di tempat lain
yang menawarkan gaji dan tunjangan yang lebih tinggi daripada di PT. Ruyung
Karya Mandiri. Padahal dengan mengrekrut karyawan baru sebenarnya akan membuang
lebih banyak waktu untuk mengajari dari awal hal-hal mendasar pada perusahaan
yang secara tidak langsung sama saja dengan pemborosan pada hal materi dan juga
membutuhkan biaya tambahan.
Untuk mengatasi hal ini
perusahaan tidak selalu harus menaikkan gaji tapi dapat di gantikan dengan
memberikan kebebasan kepada karyawan untuk dilibatkan dalam pengambilan
keputusan pekerjaan sehingga ia merasa memiliki wewenang dan tanggung jawab
atas pekerjaannya sendiri. Disamping itu, pemberian jaminan kesehatan atau
pendidikan untuk yang sudah memiliki anak dapat di lakukan sebagai bentuk
fasilitas yang diberikan perusahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar